Mengenal e-Business dan e-Commerce

25 10 2010

Menurut Wikipedia, e-Business atau Electronic Business dapat didefinisikan secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM. Sekarang ini e-Business telah menjadi salah satu pilihan para entrepreneur dalam menjalankan usahanya. Dengan menggunakan e-Business ini, para pengusaha dapat dengan mudah memasarkannya karena tidak lagi terhalang oleh ruang dan waktu. Misalnya, ada sebuah perusahaan di Amerika ingin memasarkan produknya di Indonesia maka dengan menggunakan metode e-Business para pengusaha dapat mengiklankan produknya di website-website internet. contoh-contoh website yang dapat digunakan untuk mengiklankan produk yaitu eBay, Google Adsense, Amazon, iklanbaris, dll. Bukan hanya itu, para pengusaha dapat pula menggunakan system berbasis web sendiri untuk menangani proses penjualan produknya. System tersebut sering dinamakan e-Commerce.

e-Commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapat melakukan transaksi secara online. E-Business juga bisa diartikan sebagai suatu cara untuk berbelanja atau berdagang secara online (direct selling) yang memanfaatkan fasilitas Internet yaitu layanan “get and deliver“. E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan).

Perbedaan antara e-Business dan e-Commerce yaitu dalam hal jangkauannya. e-Business mempunyai jangkauan yang luas. Cara yang dilakukan oleh e-Business yaitu ketika sebuah perusahaan atau individu berkomunikasi dengan klien atau nasabah menggunakan e-mail tetapi pemasaran atau penjualan di lakukan dengan menggunakan internet. Dengan begitu, didapatkanlah keuntungan yaitu berupa keamanan, fleksibililtas, dan efisiensi. Cara pembayarannya yaitu dengan melalui pembayaran digital secara E-Gold yang sudah diakui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online. Sedangkan, e-Commerce mempunyai jangkauan yang lebih sempit karena merupakan subperangkat dari e-Business. Cara yang digunakan e-Commerce yaitu pembayaran untuk setiap produk yang dibeli menggunakan account PayPal atau kartu kredit.

Pada umumnya, para pengunjung website dapat melihat barang atau produk yang dijual secara online 24 jam sehari serta dapat melakukan korespodensi dengan pihak penjual atau pemilik website melalui email.
Dikarenakan menggunakan akses internet, para pelaku e-Business dan e-Commerce mau tidak mau harus menggunakan koneksi internet dan browser yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi. Untuk koneksi internet, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan warnet ataupun hotspot yang dapat diakses oleh siapa saja dalam melakukan transaksi online karena dikhawatirkan banyak penyusup atau keylogger yang dapat digunakan untuk mengambil alih akun. Sedangkan untuk browser, para pengusaha biasanya mengeset website e-Business atau e-Commerce-nya agar hanya dapat diakses oleh browser-browser tertentu saja. Biasanya browser-browser tersebut adalah Microsoft Internet Explorer dan Netscape Navigator. Ini dikarenakan bahwa perusahaan Microsoft dan Netscape telah bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com. Namun, belakangan ini browser-browser yang lain juga dapat digunakan untuk website-website tersebut.

Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce adalah sebagai berikut :

  1. Presentasi electronis (Pembuatan Website) untuk produk dan layanan.
  2. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.
  3. Secara otomatis account pelanggan dapat secara aman (baik nomor rekening maupun nomor kartu kredit).
  4. Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan transaksi.

Adapun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui E-Commerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
  2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
  3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
  4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.

Contoh E-Commerce.
Banyak sekali yang dapat kita lakukan melalui E-Commerce yaitu :

  1. Pembelian buku melalui online.
  2. Pembelian elektronik melalui online.
  3. Pembelian kendaraan melalui online.
  4. Pembelian pakaian melalui online, dll.

Dampak Positif dan Negatif E-Commerce.
Didalam dunia E-Commerce pasti terdapat dampak positif dan negatifnya.

Dampak positifnya, yaitu :

  1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
  2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
  3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
  4. Melebarkan jangkauan (global reach).
  5. Meningkatkan customer loyality.
  6. Meningkatkan supplier management.
  7. Memperpendek waktu produksi.
  8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).

Dampak negatifnya, yaitu :

  1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
  2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
  3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
  4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
  5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
  6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: