Dreamcast – Konsol Game Terakhir dari SEGA

3 03 2010

Console Engine atau yang lebih dikenal dengan sebutan konsol game adalah sebuah perangkat keras (hardware) yang dikhususkan untuk memainkan game. Konsol game itu berbeda-beda tergantung dari perusahaan pembuatnya. Setidaknya ada beberapa perusahaan terkenal yang memproduksi konsol game bagus, misalnya Sony dengan Playstation-nya, Nintendo dengan Wii-nya, SEGA dengan Dreamcast-nya, Microsoft dengan XBOX-nya, dan lain-lain. Pada artikel ini, saya akan mencoba memaparkan hal-hal yang ada di seputar konsol game dari SEGA yaitu Dreamcast.

SEGA Dreamcast atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Dorīmukyasuto adalah konsol game generasi keenam buatan perusahaan SEGA dan merupakan penerus dari konsol game SEGA Saturn. Dengan tujuan untuk mengambil kembali pasar konsol game, Dreamcast di desain sedemikian rupa untuk menandingi Sony PlayStation dan Nintendo 64. Dreamcast dirilis pada tahun 1998, atau 16 bulan sebelum peluncuran Sony PlayStation 2 dan tiga tahun sebelum Nintendo GameCube dan Microsoft Xbox. Dreamcast secara umum dianggap paling unggul waktu itu. Dreamcast merupakan konsol pertama yang mempelopori permainan online dan pada permulaannya berhasil mengembalikan reputasi Sega pada industri permainan. Akan tetapi, Dreamcast gagal untuk menarik konsumen sebelum perilisan Sony PlayStation 2 pada bulan Maret 2000. SEGA pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi Dreamcast pada tahun 2001 di Amerika Utara, dan 2006 di Jepang. Menurut Bernie Stolar, Presiden dan CEO dari SEGA of Amerika sebelumnya, produksi Dreamcast dihentikan karena pemimpin baru SEGA menginginkan perusahaan tersebut untuk fokus dalam pengembangan software saja. Mungkin yang dia maksud adalah pembuatan game-nya saja.

Dilihat dari segi hardware, Dreamcast menggunakan sebuah prosesor SH-4 200 MHz dari Hitachi dengan on-die 128-bit, 360 MIPS dan 1.4 GFLOPS (single precision) menggunakan engine vector grafis. Untuk grafisnya sendiri, Dreamcast menggunakan sebuah chipset PowerVR2 CLX2 yang mempunyai kemampuan peak performance dan trilinear filtering setara 7.0 juta poligon per detik. Efek-efek dari hardware grafis tersebut meliputi gouraud shading, z-buffering, anti-aliasing, per-pixel translucency sorting dan bump mapping . Sistem tersebut mendukung kira-kira 16,78 juta warna (24-bit) untuk warna keluaran dan menampilkan video secara interlace atau progresif pada resolusi video 640×480. Untuk suara, Dreamcast mempercayakan kepada sebuah pemroses suara yaitu Yamaha AICA Sound Processor dengan 22.5 MHz 32-Bit ARM7 RISC CPU operating at 45 Mhz, 64 channel PCM/ADPCM sampler (4:1 compression), XG MIDI support dan 128 step DSP. Dreamcast memiliki RAM utama 16 MB 64-bit 100 MHz, RAM video 8 MB 4×16-bit 100 Mhz, dan RAM suara 2 MB 16-bit 66 Mhz. Hardware tersebut juga mendukung VQ Texture Compression secara asimptotik 2bpp (bit per pixel) atau sedikitnya 1bpp . Dreamcast membaca media menggunakan kecepatan maksimum 12x (Constant Angular Velocity) dari Yamaha GD-ROM Drive. Dreamcast juga dapat membaca data dari sebuah Visual Memory Unit (“VMU”) device pe-nyimpanan yang dapat dicabut dan 4x dari memory car. Device untuk pemasukan adalah pengendali game yang terkoneksi ke 4 port yang seperti USB yaitu Maple Bus. Dreamcast juga menyediakan modem yang dapat dicabut pada banyak region penjualan. Model asli Asia/Jepang memiliki modem 33.6 kbit/s, konsol yang terjual di Jepang setelah 9 Sptember 1999 memiliki modem 56 kbit/s. Semua model Amerika memeiliki sebuah modem 56 kbit/s, sedangkan semua model PAL mempunyai modem 33.6 kbit/s. Model Brazil yang diproduksi di bawah lisensi Tec Toy tidak memiliki modem yang dibundel, yang mana modem itu tersedia secara terpisah. Modem reguler dapat diganti dengan sebuah broadband adapter yang dapat dibeli secara terpisah.

Dilihat dari segi model, Dreamcast hanya sedikit mengeluarkan model sebagai akibat dari putaran produksi yang singkat. Pada model pertama yang dikeluarkan pada tahun 1999 mempunyai grey tint dan sebuah kipas angin yang lebih lemah dan sunyi dibandingkan dengan model terakhir yang muncul di tahun 200-an yang meiliki kipas agin yang lebih cepat dan kuat namun berisik saat membaca data. Model terakhir tidak memiliki fitur “faster-load time” tapi memiliki semacam proteksi terhadap pembajakan karena beberapa CD-R dan CD-RW tidak dapat di-load sama sekali ke dalam disk drive dari Dreamcast. Ini juga dapat terjadi bila pembakaran CD-CD tersebut memakai speed yang salah, maka tidak semua data dapat di-load ke dalam disk drive. Lampu power untuk region NTSC berwarna oranye. Sedangkan pada region PAL, lampu power-nya berwarna biru. Ini dilakukan untuk menghindari konflik hak cipta dengan publisher game atau DVD dari Jerman yang bernama Tivola, yang mana telah menggunakan “orange swirl” sebagai logo perusahaan mereka. Selain dua model standar di atas, Dreamcast juga mengeluarkan model-model edisi spesial-nya, seperti Limited Black Edition di Amerika Utara, Pink Sakura Taisen, Hello Kitty, dan dua buah model dengan warna pink dan biru berdasarkan game CapCom yaitu Resident Evil Code : Veronica di Jepang.

Tema pembahasan:

  • Teknologi Game berdasarkan tool yaitu Console_Engine
  • Anggota Kelompok:

  • Agus Wahyu
  • Didin Muhidin
  • Jayan Nusantara
  • Lulu Setawan
  • Romtoni
  • Referensi:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Dreamcast
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Sega_Dreamcast
  • http://www.gameconsoles.com
  • http://teo-ology.blogspot.com

  • Aksi

    Information

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s




    %d blogger menyukai ini: