Mengatur Tampilan GIMP agar Semakin Nyaman Digunakan

16 02 2010

GIMP singkatan dari GNU Image Manipulation Program dan merupakan sebuah program pengolah bitmap yang cukup terkenal di platform GNU/Linux. GIMP diciptakan oleh Spencer Kimball, Peter Mattis, dan dibantu oleh anggota tim pengembang GIMP lainnya. GIMP tersedia gratis dan dilisensikan di bawah bendera GNU Public License. Sekarang ini GIMP telah dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi, baik itu GNU/Linux, FreeBSD, maupun Microsoft Windows.

Dewasa ini, banyak orang yang menilai bahwa GIMP adalah salah satu solusi alternatif yang bagus untuk program proprietary yang telah ada sebelumnya dalam hal pengeditan gambar. Apalagi kalau bukan Adobe Photoshop. Namun bila diperhatikan, walaupun secara sekilas, interface default dari program GIMP dengan Adobe Photoshop itu jauh berbeda. Hal ini dapat menurunkan semangat para pengguna yang baru ingin mempelajari GIMP.

Untuk lebih jelas, perhatikan dua buah gambar di bawah ini!

Interface default dari program Adobe Photoshop CS2.

Interface default dari program GIMP.

Dari dua gambar di atas, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan yang mana untuk Adobe Photoshop semua toolnya terintegrasi (docked) pada program utamanya. Sedangkan, tool-tool yang ada pada GIMP semuanya melayang dan mempunyai jendela sendiri-sendiri (windowed).

Berdasarkan pengalaman sebagai seorang pengguna baru GIMP, saya pernah mengutak-atik tampilan GIMP agar mirip dengan Adobe Photoshop. Hasilnya? GATOT alias gagal total. T_T. Namun sekarang saya sudah mulai terbiasa dengan interface GIMP, dikarenakan saya sudah jarang sekali bermain dengan Adobe Photoshop.

Sebenarnya ada sedikit trik yang mudah dalam mengatur tampilan GIMP agar menjadi nyaman digunakan. Saya terinspirasi dari interface program DIA yaitu program pembuat diagram. DIA dan GIMP memiliki sebuah kesamaan yaitu semua tool yang digunakan bersifat windowed. Namun pada DIA, semua jendela tersebut dapat di-minimisasi masing-masing tanpa menggangu jendela yang terbuka lainnya. Sedangkan pada GIMP, secara default tidak bisa. Untuk lebih jelas, bandingkan interface default dari GIMP di atas dengan interface default dari DIA di bawah ini!

Tampilan program DIA seperti di atas, menurut saya pribadi, itu sudah cukup nyaman. Kita dapat me-minimisasi toolbox bila sedang tidak digunakan, me-minimisasi gambar sebelumnya atau bahkan menutupnya sekalian saat ingin mengedit gambar berikutnya, dan lain sebagainya. Bagaimana sih caranya agar GIMP dapat mempunyai interface seperti DIA? Mudah saja caranya, Anda hanya perlu mengatur sedikit dari preferensi program GIMP.

Langkah-langkah pengaturan interface GIMP-nya adalah sebagai berikut:

1. Bukalah program GIMP pada sistem Anda. Sebagai contoh, saya akan memakai GIMP yang terpasang pada sistem operasi Sabily 9.04.

2. Buka jendela Preferences dari program GIMP. Anda dapat mengaksesnya dengan cara klik menu Edit >> Preferences. Nah pada jendela Preferences ini, masuklah Anda ke bagian Window Management yang ada di samping kiri dengan cara mengkliknya. Lalu pada bagian Window Management tersebut, lihatlah section Window Management Hints. Pada section ini, aturlah Hint for the toolbox dan Hint for other docks dengan Normal Window pada pilihan dropdown-nya. Ini dilakukan agar toolbox dan semua dockable tool mempunyai tombol minimize, maximize, dan close layaknya jendela GUI normal. Sedangkan pada pengaturan standar dari GIMP, toolbox dan semua dockable tool hanya memiliki tombol close saja (Utility Window). Perhatikan gambar di bawah ini!

3. Setelah itu, klik tombol OK dan restart GIMP Anda. Nah, sekarang Anda akan melihat program GIMP memiliki tampilan seperti yang DIA miliki. Perhatikan gambar di bawah ini!

Semoga dengan tampilan tersebut, Anda akan semakin nyaman dalam menggunakan GIMP. Akhir kata, selamat ber-GIMP ria!


Aksi

Information

5 responses

16 02 2010
broali

bagusnya belajar photoshop dulu nih….

16 02 2010
crystalforest

klo bisa, langsung aja belajar GIMP dengan mengambil contoh yang ada dari tutorial Photoshop atau istilahnya kerennya nge-porting dari Photoshop ke GIMP. ^_^

16 02 2010
ananto

Ada kekurangan GIMP, yaitu tidak mendukung CMYK.

20 02 2010
crystalforest

Ada kok, addon GIMP agar support CMYK. download aja di sini

19 03 2010
roqwez

Tip-nya boleh juga tuh . . . konon GIMP terbaru 2.6.8 akan ada opsi untuk membuat jendela GIMP yang floating itu menjadi seperti Photoshop yang single window itu.

@ Ananto: bener kata chrytalforest, ada addon-nya, moga-2 secepatnya CMYK jadi fitur default GIMP, wong Inkscape aja sudah support CMYK (CMIIW).

@Broali: saya siy kurang setuju harus belajar Photoshop dulu karena hasilnya malah photoshop minded dalam cara berpikirnya jadi Photoshop gitu . . . apapun toolnya yang penting orang yang make😉

Oya saya juga bikin tutorial GIMP juga, monggo mampir🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: