Remastering Distro GNU/Linux Untuk Menghemat Media Penyimpanan

3 02 2010

Remastering distro GNU/Linux di sini bukan ditujukan untuk membuat ulang sebuah distro GNU/Linux yang satu menjadi distro GNU/Linux yang lain, namun hanya sekedar untuk menghemat media penyimpanan.

Maksudnya ialah jika Anda mempunyai beberapa file ISO distro GNU/Linux yang bootable seukuran CD (kira-kira 700MB) dimana jika dijumlahkan semuanya, ukuran dari ISO-ISO tersebut akan menjadi seukuran sebuah DVD (kira-kira 4GB). Jadi, alangkah baiknya jika kita mem-burn-nya ke dalam sebuah DVD yang bootable ketimbang mem-burn-nya ke beberapa CD.

Bayangkan jika ada 5 buah ISO CD distro GNU/Linux yang bootable, lalu kita mem-burn-nya ke dalam 5 buah CD dimana harga 1 buah CD kosongnya yaitu Rp. 2000,00 (itupun harga sekeping CD-R termurah yang pernah saya temukan) maka kita harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 10000,00. Bandingkan, jika kita menggunakan 1 buah DVD untuk medianya dimana harga satu keping DVD kosongnya berharga Rp. 4000,00 (harga DVD-R termurah). Lebih hemat jika menggunakan DVD, bukan?

Sebenarnya ada teknik yang lebih baik lagi yaitu dengan multiboot DVD dimana semua OS yang ada pada DVD bisa di-boot langsung. Saya dulu pernah melakukannya pada OS Windows. Namun, dikarenakan saya belum menemukan cara untuk melakukannya pada GNU/Linux, maka kita tidak akan bahas kali ini. Mudah-mudahan nanti ketemu caranya🙂.

Kembali ke topik permasalahan. Kali ini kita akan membuat sebuah ISO DVD bootable menggunakan ISO-ISO bootable CD GNU/Linux. Kita akan menggunakan salah satunya sebagai “penampung” ISO-ISO GNU/Linux lainnya. Ini dilakukan agar DVD yang kita burn nantinya menjadi DVD yang bootable. OK, tanpa banyak basa-basi kita akan langsung mempraktekkannya.

Alat dan bahan yang diperlukan antara lain:

1.Sistem GNU/Linux. Saya menggunakan distro Sabily 9.04.
2.ISOMaster.
3.Mesin Virtual untuk mengetes ISO DVD. Saya menggunakan Virtualbox v3.0.4.
4.Pembakar CD/DVD. Ini bersifat opsional saja.
5.Beberapa ISO GNU/Linux. Saya menyiapkan ISO Linux Mint 8, Ubuntu 9.10, UNR 9.10, Kubuntu 9.10, dan Xubuntu 9.10.

Langkah-langkah pembuatannya yaitu:

1.Jalankan program ISOMaster.

2.Buka sebuah ISO GNU/Linux yang akan dijadikan “tempat penampungan”. Kali ini saya menggunakan Linux Mint 8.

3.Buatlah sebuah folder baru di dalam distro Linux Mint 8 tersebut. Sebagai contoh, kita akan membuat sebuah folder bernama DISTROS.

4.Masukkan semua ISO GNU/Linux yang tersisa ke dalam folder tersebut. Setelah itu, simpanlah Linux Mint 8 hasil remaster tersebut sebuah tempat.

5.Tunggu hingga proses penyimpanan ISO tersebut selesai.

6.Setelah itu, tes-lah ISO Linux Mint 8 hasil remaster tersebut menggunakan Virtualbox. Bila berhasil boot sebagaimana biasa, maka remastering bisa dikatakan sukses. Jika tidak dapat boot, maka bisa dipastikan proses remastering gagal. Ini bisa terjadi bila ukuran file ISO yang dihasilkan lebih dari 4GB.

OK, selesailah sudah. Hasil akhir dari remastering distro GNU/Linux untuk menghemat media penyimpanan kira-kira sebagai berikut:

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: